afrodispetres

afrodispetres
afrodispetres

Pembentukan batu permata

Saat ini batu cincin, batu akik, maupun batu permata sedang booming-boomingnya di berbagai kota di Indonesia, Mulai dari Sabang sampai Merauke. Ratusan, bahkan mungkin ribuan penjual batu akik bermunculan. Baik yang ngemper di jalan atau di ruko-ruko. Dan tak kalah juga peminat batu akik setiap hari selalu bertambah jumlahnya, mulai anak SD, SMP, SMA, mahasiswa bahkan di kalangan pekerja maupun pengusaha pun batu akik menjdai buruan. Namun terkadang sebagai orang baru atau orang yang awam dalam dunia batu akik, ada baiknya kita mengetahui pengetahuan dasar mengenai batu akik itu sendiri. Salah satu yang paling dasar adalah bagaimanakah proses terbentuknya Batu Akik atau Permata.

 

Batu permata atau juga di sebut batu perhiasan adalah sejenis batu mulia atau ada juga ‘’semi mulia’’yang dipotong atau di poles serta di asah tujuannya agar lebih kemilau dan batuan setiap daerah hampir bisa di pastikan mengandung permata misal Intan yang di tambang dari berbagai benua, Eropa, Afrika, Asia, Amerika dan Australia dll.

 

Misalnya di benua Afrika seperti Afrika selatan,Tanzania, Botswana dan Afrika barat, lalu juga di Siberia, banyak Intan dan juga batu Zambrud, sementara batu Mirah (mirah delima) bisa ditemukan juga di daerah Srilanka, Myanmar (Burma), lalu batu Nilam juga banyak di temukan di daerah Australia dan sebagian Asia.

 

Bagaimana terjadinya batu permata? Kebanyakan batu permata merupakan bentuk yang tidak teratur dan terbentuk dari beberapa jenis mineral, dan batu permata dinilai dari dua sisi, keindahan, dan kelangkaannya, contoh intan yang kusam dan belum dipoles tentu akan lebih murah harganya daripada intan yang sudah dibentuk dan dipoles karena keindahannya terlihat.

 

Batu kuarsa adalah sejenis batu mineral yang banyak mengandung pasir. Batu kuarsa bentuknnya lebih kecil dan warnanya jernih, tidak berwarna terkadang ada campuran urat urat besi didalamnya, dan bila di jadikan permata ia di katagorikan kelas dua (KW2).

 

Lalu jenis batu mineral selanjutnya adalah ’’Korundum’’. Batu Korundum tidak jernih dan kadang bentuk kurang menarik, namun justru inilah kadang yang menjadi mahal harganya karena termasuk batu mulia, misalnya batu zambrut, Nilam dan batu mirah jadi batu batu ini dinilai dari’’kemurniannya atau keasliannya’’. Berbeda dengan berlian [Diamond] justru dinilai tinggi karena ketidakmurniannya karena dibentuk dengan artistic penuh keindahan oleh ‘’Lapidaris’’ [ahli pemotong batu permata].

 

Batu permata Organik :

Tidak semua batu permata berasal dari Mineral. Beberapa ornament yang terkenal malah dari fosil tumbuhan atau binatang. Contoh ‘’Mutiara’’ berasal dari binatang yang terperangkap oleh tiram dan lama lama jadi batu mutiara yang mahal harganya. Lalu batu Amber yang juga terkenal dan cukup mahal harganya malah terbuat dari batuan damar yang menjadi fossil dan juga di hasil oleh pohon cemara dan pinus, dan batu ‘’Granit’’ berasal dari batubara yang menjadi keras dan bisa menjadi batuan permata dari batu granit.

 

Batu permata sintetis :

Untuk membuat batu permata sintetis mungkin dapat menyamakan dengan proses alam buatan, dan ini bisa terjadi dengan batu Zambrut, batu mirah, dan batu Nilam dapat diolah dengan pemansan tingkat tinggi. Lalu didinginkan secara perlahan lahan campuran-campuran bahannya atau mineralnya (seperti yang terkandung dalam batu aslinya) dan ini bisa dilakukan dengan tehnik tembak Laser yang bersuhu tinggi dan mencapai suhu tertentu maka akan terbentuk Kristal batu yang bahannya sama dari aslinya. Lalu untuk membuat intan sintetis dengan campuran batu grafit dan carbon dengan tekanan panas tinggi dapat membuat intan yang kecil, dan bila di periksa oleh ahli permatapun tetap bahannya sama dengan intan asli dari dalam bumi.

0 comments:

Post a Comment